Ada banyak sekali jenis plastik yang beredar dipasaran. Berbagai jenis dan bahan plastik yang sering digunakan untuk berbagai produk sedikit banyak pasti menentukan kualitas dari produk tersebut. Kali ini kita akan coba membahas contoh kemasan fleksibel yang ada di pasar, yang mungkin tidak kita sadari.

Harga dari kemasan plastik dipasaran sangat beragam dan bisa Anda dapatkan dibanyak tempat. Tapi setiap penjual atau penyedia jasa tidak semuanya bisa memberikan pelayanan yang bagus dalam menyelesaikan cetak kemasan plastik dengan baik.

Untuk permintaan cetak kemasan plastik dipasaran sendiri memang sangat banyak. Kesadaran dari para pelaku bisnis makanan ringan untuk membuat kemasan yang bisa menunjang penjualan produknya semakin meningkat belakangan ini.

Terlebih lagi, kemasan plastik yang di cetak dengan desain full color tidak hanya bisa Anda fungsikan seperti fungsi kemasan pada umumnya. Anda juga bisa menjadikannya sebagai sebuah lambang identitas produk yang membawa keuntungan tersendiri bagi produsen dari segi branding.

Beberapa tahun ke belakang, tidak semua jenis produk yang ada dipasaran bisa menggunakan kemasan plastik dengan desain yang dicetak full color. Itu disebabkan oleh beberapa sebab, misalnya saja sulitnya mencari jasa cetak kemasan plastik dengan kapasitas kecil dan mahalnya biaya cetak kemasan itu sendiri.

Jangan khawatirkan masalah itu sekarang, bersama putramapack, Anda bisa mempunyai kemasan full color yang berpengaruh positif pada penjualan Anda. Anda tidak perlu memikirkan masalah batasan kapasitas cetak kemasan dan jika Anda belum memiliki desain yang cocok, kami juga memberikan penawaran desain kemasan yang mencerminkan identitas produk Anda.

Pesona kemasan fleksibel full color, sumber: myedisi.com

Apabila Anda baru kali pertama mencetak kemasan full color, ada beberapa aspek yang patut untuk diperhatikan. Satu di antara hal yang paling penting adalah memperhatikan jenis plastik yang banyak digunakan dipasaran. Biasanya pertimbangan dari pembuatan kemasan meliputi unsur proteksi, menarik, sesuai bentuk produk dan lain-lain.

4 Contoh Kemasan Fleksibel Dipasaran

Selain menggunakan kemasan plastik yang menarik untuk meningkatkan penjualan, Anda juga bisa memilih jenis material lain, seperti kemasan botol yang cocok untuk jenis produk yang sifatnya cair.

Menggunakan jasa pencarian organik web mungkin sebuah pilihan yang juga bisa Anda coba guna meningkatkan volume penjualan perusahaan. Berikut ini beberapa contoh kemasan fleksibel yang ada dipasaran yang wajib Anda ketahui.

1. Kemasan Sachet

Contoh kemasan fleksibel yang pertama adalah kemasan sachet. Jenis kemasan sachet ini merupakan jenis yang cukup ramai digunakan oleh para pelaku bisnis untuk membungkus produk yang tidak begitu berat dan ukurannya juga tidak terlalu besar.

Biasanya produk-produk yang menggunakan kemasan jenis sachet adalah produk yang digunakan atau dikonsumsi dalam jangka waktu yang relatif lebih cepat. Misalnya produk yang digunakan untuk sekali pemakaian saja. Contohnya susu sachet, kopi dan lain sebagainya.

Kemasan jenis ini sangat terkenal dengan nilai efisiensi dan efektifitasnya dalam proses pengemasan produk. Berbagai jenis produk yang hadir dalam bentuk kemasan sachet merupakan sebuah untuk orang-orang yang produk tertentu pada setiap tempat, namun tetap mudah untuk dibawa dan karena ukurannya yang minimalis, harganya pun ekonomis.

Di putramapack, Anda bisa mendapatkan berbagai ukuran kemasan sachet. Seperti kemasan sachet ukuran 12×15 cm, 15×25 cm dan ukuran lainnya. Ukuran tersebut bisa digunakan pada banyak jenis produk. Misalnya produk suplemen dan produk instan baik makanan maupun minuman.

Untuk kenyamanan dan kemudahan konsumen pastikan ukuran atau muatan dari produk yang Anda kemas tidak melebihi ukuran kemasan yang Anda gunakan. Sebab hal ini akan menyulitkan konsumen dalam membukanya dan tampilan dari produk tersebut juga terkesan terlalu penuh.

Bahan plastik pilihan yang yang bisa Anda gunakan untuk cetak kemasan sachet terdiri dari dua pilihan, yaitu nylon dan aluminium foil. Kedua bahan ini menjadi sangat penting untuk digunakan, sebab bisa secara langsung mempengaruhi kualitas produk yang dikemas.

Contoh kemasan fleksibel yang pertama adalah kemasan sachet. Jenis kemasan sachet ini merupakan jenis yang cukup ramai digunakan oleh para pelaku bisnis untuk membungkus produk yang tidak begitu berat dan ukurannya juga tidak terlalu besar.
Beberapa jenis ukuran kemasan sachet kekinian, sumber: bisnisukm.com

Sebaliknya pemilihan material atau bahan dasar pembuatan kemasan produk yang tidak tepat, hal tersebut bukannya memberikan keuntungan buat Anda, malah membawa kerugian yang bisa jadi sangat berbahaya, seperti rusaknya produk yang dikemas karena kemasan tidak support dengan produk Anda.

Bahan nylon dan aluminium foil tersebut mempunyai karakteristik dan kualifikasi masing-masing. Penggunaan kemasan yang tepat akan memperpanjang shelf life produk, namun bisa juga mempercepat kerusakan produk jika kemasannya tidak bagus.

Sehingga Anda harus memperhatikan kesesuaian antara produk yang Anda miliki dengan kemasan yang ingin digunakan, contohnya produk dengan sifat tidak tahan matahari, maka Anda bisa menggunakan kemasan dari bahan aluminium foil. Karena bahan ini bisa melindungi produk dari sinar matahari.

Kemasan sachet dari aluminium bisa menjamin produk Anda terjaga dengan baik, karena bahan ini mempunyai keunggulan tersendiri dalam memproteksi kualitas produk, juga meningkatkan volume penjualan.

2. Standing Pouch

Contoh kemasan fleksibel berikutnya adalah kemasan standing pouch. Kemasan ini bisa dikatakan cukup jauh lebih unggul dari jenis lainnya. Sebab, walaupun terbuat dari kemasan fleksibel, kemasan standing pouch mampu ditegakkan berdiri sehingga terkesan lebih menarik.

Bukan hanya itu saja, kemasan standing pouch dibandingkan dengan kemasan sachet memiliki kelebihan-kelebihan lain. Seperti adanya tambahan banyak aksesoris yang bisa berfungsi untuk menunjang kualitas produk.

Kemasan jenis ini berukuran jauh lebih besar dari kemasan sebelumnya. Jadi, tidak heran apabila jenis kemasan standing pouch bisa menjadi solusi hampir semua produk yang ada dipasarkan.

Penggunaan dari kemasan jenis ini mampu memberikan nilai tambah (add value) yang lebih dengan ukurannya yang bisa dikatakan sangat pas. Ada beberapa pilihan ukuran yang bisa Anda pilih, misalnya 13×20 cm, 16×25 cm dan 14×23 cm.

Sama halnya dengan kemasan sachet yang mempunyai dua jenis bahan,, kemasan standing pouch juga memberikan pilihan bahan berupa nylon dan aluminium foil. Di antara aksesoris yang ada pada kemasan ini sangat memudahkan konsumen.

Misalnya aksesoris yang bernama zipper. Aksesoris zipper atau zip lock bisa difungsikan sebagaimana fungsi resleting pada pakaian. Yakni untuk membuka dan menutup kemasan dengan mudah.

Penggunaan dari aksesoris ini pada kemasan standing pouch sangat memudahkan banyak konsumen. Sebab, konsumen bisa dengan mudah membuka atau menutup kemasan produk Anda ketika selesai dikonsumsi dan masih ada sisa.

Contoh kemasan fleksibel berikutnya adalah kemasan standing pouch. Kemasan ini bisa dikatakan cukup jauh lebih unggul dari jenis lainnya. Sebab, walaupun terbuat dari kemasan fleksibel, kemasan standing pouch mampu ditegakkan berdiri sehingga terkesan lebih menarik.
Standing pouch model plastik zipper, sumber: anekamesinpengemas.com

Beberapa jenis produk yang bisa menggunakan kemasan standing pouch antara lain seperti makanan ringan, masker, kopi hingga frozen food bisa menggunakan jenis kemasan ini sebagai wadahnya.

Selain itu, kemasan ini juga dilengkapi dengan degassing valve. Jenis aksesoris yang satu ini sangat rekomended digunakan oleh para pelaku bisnis di segmentasi produk kopi maupun makanan hewan ternak.

3. Vacuum Pack

Contoh kemasan fleksibel ketiga adalah vacuum pack. Jenis kemasan ini sering digunakan oleh produsen yang bermain di produk makanan beku, daging olahan, keju atau berbagai varian bumbu dapur halus yang sifatnya mudah rusak jika terkontaminasi oleh udara atau sinar matahari.

Karena memang jenis produk yang disebutkan di atas mudah basi, meskipun telah menggunakan model produksi yang paling steril sekalipun. Bahan yang biasanya digunakan pada kemasan ini adalah bahan nylon.

Material nylon terkenal dengan kualitas bahannya yang tebal, anti robek dan sulit pecah. Kelebihan dari bahan nylon yang dicetak menjadi vacuum pack adalah konsep window pouch yang memungkinkan konsumen untuk melihat isi kemasan.

Hal tersebut tentunya bisa memberikan kesempatan kepada konsumen untuk melihat produk dalam kemasan dengan mudah dan merangsang minat mereka. Untuk ukuran sendiri Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan produk yang Anda miliki. Misalnya ukuran 20×30 dan 15×25 cm.

4. Custom Roll Stock

Apabila Anda ingin mencetak kemasan dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan produk Anda, maka Anda bisa mencoba menggunakan jenis kemasan ini, ya jenis kemasan custom roll stock.

Mungkin ukuran yang tersedia pada jenis kemasan di atas tidak ada yang sesuai dengan produk Anda. Mungkin terlalu kecil atau terlalu besar. Untuk itulah mencetak kemasan custom roll stock adalah solusi tepat masalah Anda.

Cetak kemasan jenis ini memberikan Anda keleluasaan untuk menentukan ukuran serta bahan yang hendak digunakan. Misalnya menggunakan bahan seperti LLDPE, PET, OPP dan Nylon.

Itulah beberapa contoh kemasan fleksibel yang bisa Anda coba jadikan kemasan untuk produk yang Anda miliki. Semoga produk yang Anda pasarkan menghasilkan peningkatan penjualan dari waktu ke waktu. Demikian terimakasih.